Demo Blog

perilaku KONSUMEN

by bonjer on Nov.22, 2009, under

1.       1. Informasi statistik
   Informasi ini mampu untuk menjawab siapa, apa, berapa, kapan, dan dimana proses pembelian dilakukan.
a.       Siapa: orang atau objek yang melakukan pembelian.
b.      Apa: jenis barang apa yang dibeli.
c.       Berapa: jumlah barang yang dibeli.
d.      Kapan: waktu pembelian.
e.      Dimana: tempat pembelian dilakukan.
Ex.
Ø  Siapa     ; agung kece
Ø  Apa        ; computer
Ø  Berapa  ; 25 unit
Ø  Kapan   ; 25 april 2009
Ø  Dimana ; pusat electronic (mangga dua)
2.       2. Informasi psikolojik
   Informasi ini mampu untuk menjelaskan mengapa seseorang melakukan pembelian atau bahkan menolak suatu produk.contohnya saja seperti:
a.       Motifasi.
b.      Persepsi.
c.       Pemahaman.
d.      Sikap.
e.      Kepercayaan
f.        kepribadian
3.       3. Informasi dinamik
   informasi ini mampu menjelaskan bagaimana proses pembelian terjadi. Proses pembelian merupakan kegiatan untuk memenuhi kebutuhan dan keinginan komsumen. Dasar untuk melakukan pembelian adalah berdasarkan model pengambilan keputusan (decision making process) atau model pemecahan masalah (problem solving process).
0 komentar more...

monumen SEROJA

by bonjer on Nov.22, 2009, under


Monument seroja merupakan sebuah monument penghotmatan dan monument sejarah pejuangan serta pembangunan di propinsi timor-timur yang selama 23 tahun menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia, sejak tahun 1976 - 1999 Monumen Seroja merupakan perwujudan rasa hormat anak bangsa untuk mengenal para pejuang yang telah gugur di Timor-Timur. Pembangunan Monumen Seroja merupakan simbol penghormatan dan penghargaan serta fakta sejarah tentang arti pengorbanan para pejuang RI di Timor Timur.
Monumen Seroja dibangun di atas areal tanah seluas 126 x 92,5 m2 yang berlokasi di komplek Mabes TNI, Cilangkap Jakarta Timur. Bangunan fisik terdiri dari dua buah Bangunan Perenungan, yakni Perenungan Awal dan Perenungan Akhir, masing-masing berukuran 6 x 6 m2. Panel berbentuk bendera sejumlah 23 buah, yang dibagian atas terdapat relief perjuangan Timor Timur, sedangkan bagian bawah tertulis nama para pejuang seroja yang gugur di Timor Timur.
Pembangunan monumen ini dilaksanakan pada masa Panglima TNI dijabat oleh Laksamana Widodo AS, dan diresmikan oleh Presiden Republik Indonesia Megawati Soekarno Putri pada tanggal 10 Nopember 2002. Kemudian pada masa Panglima TNI dijabat oleh Jenderal TNI Endriartono Sutarto dilaksanakan renovasi monumen diantaranya menambahkan nama-nama Pejuang Seroja yang belum terukir di bagian bawah Relief.



1 komentar more...

pesona nan elok DANAU RANAU

by bonjer on Nov.22, 2009, under

   Danau Ranau terletak di kecamatan Banding Agung kabupaten UKO selatan. Berjarak sekitar 342 km dari kota Palembang, 130 km dari Baturaja, 50 km dari Muara dua. Atau apabila ditempuh dari kota Bandar lampung bisa melalui Bukit kemuning dan Liwa. Secara geografis, danau ini terletak di perbatasan Kabupaten OKU Selatan Propinsi Sumatera Selatan dan Kabupaten Lampung Barat Propinsi Lampung. Danau Ranau memiliki luas sekitar 8×16 km dengan latar belakang Gunung Seminung (ketinggian ± 1.880 m dpl), dikelilingi oleh bukit dan lembah. Pada malam hari udara sejuk dan pada siang hari suhu berkisar 20° - 26° Celsius. Terletak pada posisi 4°51′45″ bujur selatan dan 103°55′50″ bujur timur.
   Danau ranau terletak di daerah perbukitan berlembah sehingga memiliki cuaca yang sangat sejuk, dan tentunya keadaan alamnya pun masih sangat alami. Pemandangan alamnya pun sungguh menakjubkan ditambah lagi ditengah danau terdapat pulau kecil (pulau marisa) yang menjadi pelengkap keindahanya. Sebagai salah satu tujuan wisata danau ranau juga memiliki sumber air panas dan objek pendukung lainya seperti air terjun dan resort. Selain itu, juga terdapat beberapa jenis ikan hidup di danau, antara lain mujair, kepor, kepiat, dan harongan.
   Pulau Marisa sebenarnya daratan yang terpisah dari kaki Gunung Seminung karena genangan air danau. Di daratan yang luasnya tidak lebih dari satu hektar itu terdapat pohon-pohon kelapa, dan pengunjung bisa sekadar mampir untuk menikmati keindahan secuil daratan itu.

   Danau Ranau memang memiliki pesona. Bagaimana tidak? Bekas letusan gunung berapi tersebut seolah membentuk panggung alam nan elok. Gunung Seminung  menjulang 1.880 meter di atas permukaan laut menjadi latar belakang dengan nuansa magis. Tebing dan barisan perbukitan menjadi pagar pembatas panggung megah itu.Hamparan sawah hijau berpadu dengan air Danau Ranau yang biru seolah menjadi pelataran tempat berbagai jenis ikan berenang. Butir-butir kopi yang merah seakan-akan menjadi pemanis keindahan itu.
   Menurut legenda yang ada, danau ranau tercipta dari latusan dasyat gunung berapi yang kemudian membentuk cekungan besar. Kemudian sungai besar yang sebelumnya mengalir di kaki gunung berapi menjadi sumber utama yang mengisi cekungan tersebut. Yang kemudian menjadi cikal bakal terjadinya danau ranau. Sekeliling danau di tumbuhi dengan semak, yang disebut-sebut oleh warga sekitar danau dengan nama ranau. Nama inilah yang kemudian dijadikan nama danau tersebut yaitu DANAU RANAU. Sisi dari letusan gunung api tersebut kini menjadi gunung seminung yang berdiri kokoh ditepi danau berair jernih tersebut. 
2 komentar more...

makanan khas LAMPUNG

by bonjer on Nov.22, 2009, under

Lampung mempunyai bermacam-macam makanan khas, yang tentunya tak diragukan lagi kenikmatanya. Contohnya saja SERUIT makanan khas provinsi lampung terbuat dari ikan yang digoreng atau dibakar kemudian dicampur sembel khas daerah lampung (sambel terasi), tempoyak (olahan durian) atau mangga dan ditambahkan lagi dengan lalapan. Ikan yang diolah tentunya ikan pilihan yaitu ikan yang mempunyai kwalitas terbaik. Jenis ikan yang digunakan untuk membuat SERUIT biasanya adalah jenis ikan sungai seperti ikan belide, ikan baung, dan ikan layis.
Sedangkan minumannya adalah SERBAT. Terbuat dari olahan buah mangga kweni yang di serut kecil-kecil berbentuk panjang kemudian dicampur dengan air gula, susu kental dan es. Selain itu juga terdapat makanan khas lampung lainya seperti sambel lampung, lemdok (dodol), keripik pisang kapok, kerupuk kemplang dan manisan yang dapat dijumpai di toko-toko makanan dan oleh-oleh.






1 komentar more...

rumah adat LAMPUNG

by bonjer on Nov.22, 2009, under

Karakteristik rumah tradisional Lampung adalah rumah panggung yang memiliki pilar kayu. Kita dapat melihat karakteristik tersebut dio Jabung, Kenlai, Mulang Maya, Labuhan Meringgai dan lain-lain. Sementara di kota-kota besar, kita sudah tidak dapat lagi menyaksikan karakteristik seperti ini.
Dari semua karakteristik bangunan, dapat dikelompokkan ke dalam beberapa kategori berdasarkan fungsi bangunan tersebut, yaitu : 
·         Sebuah rumah untuk keluarga kecil,disebut Nuwo Menyanak,
·         Rumah besar atau rumah serbaguna untuk keluarga besar, disebut Balak/Nuwo Balak 
·         Sessat adalah bangunan tradisional, di mana pertemuan diadakan (balai adat) 
·         Rumah adat penyeimbang, dihormati oleh semua lapisan masyarakat adat dan secara fisik mempunyai spesifikasi pada ornamen.

0 komentar more...

Lampung SANG BUMI RUWA JURAI

by bonjer on Nov.22, 2009, under

Jak ujung Danau Ranau
Teliu mit Way Kanan
Sampai pantai lawok jaoh
Pesisir rek Pepadun
Jadi sai delom lambang
Lampung sai kaya-raya

Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai 2x

Kik ram aga burasan
Hujau ni pemandangan
Kupi lada di pematang
Api lagi cengkeh ni
Telambun beruntaian
Tanda ni kemakmuran

Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai 2x

Kik ram aga burasan
Sembah jama saibatin
Sino gawi adat sikam
Manjau rik sebambangan
Tari adat melinting
Tanda ni ulun Lampung

Lampung sai…
Sang bumi ruwa jurai 2x


0 komentar more...

bahasa daerah LAMPUNG

by bonjer on Nov.22, 2009, under

Dr. Van Royen membagi bahasa daerah Lampung dalam dua dialek, yaitu dialek Nyo dan dialek Api. Kita dapat membedakan antara yang diucapkannya memakai a, o, atau ou. Dialek A digolongkan dalam dialek Belalau, dialek O dan OU digolongkan dalam dialek Abung. Sedangkan Van Der Tuuk membagi bahasa Lampung dalam dialek Abung dan dialek Pubian.
Hilman hadikesuma membagi bahasa lampung menjadi dua dialek yaitu dialek A dan dialek O, dialek A disebut juga dialek pubian dan dialek O yang disebut juga dialek abung. Dale F. walker membagi bahasa lampung menjadi dialek abung dan dialek pesisir. Walaupun dari beberapa ilmuan tersebut menyebutkan pembagaian bahasa lampung berbeda-beda namanya, namun pada dasarnya bahasa lampung dibagi menjadi dua dialek yaitu A dan O/OU.
Encylopaidie Van Nederlands Indie menyebutkan bahwa bahasa Lampung adalah bahasa yang dipakai oleh penduduk di Karesidenan Lampung termasuk daerah Komering ( dalam Karesidenan Palembang ) dan daerah Krui.
Masyarakat Lampung yang mempunyai tradisi asli warisan dari zaman Malayo Polinesia. Selain bahasa daerah, lampung juga mempunyai tulisan daerah yang sering disebut dengan aksara lampung (kaghanga) hamper mirip dengan tulisan palawa hindu.
A. Dialek Belalau (Dialek Api), terbagi menjadi:
1.     Bahasa Lampung Logat Belalau dipertuturkan oleh Etnis Lampung yang berdomisili di Kabupaten Lampung Barat yaitu Kecamatan Balik Bukit, Batu Brak, Belalau, Suoh, Sukau, Ranau, Sekincau, Gedung Surian, Way Tenong dan Sumber Jaya. Kabupaten Lampung Selatan di Kecamatan Kalianda, Penengahan, Palas, Pedada, Katibung, Way Lima, Padangcermin, Kedondong dan Gedongtataan. Kabupaten Tanggamus di Kecamatan Kotaagung, Semaka, Talangpadang, Pagelaran, Pardasuka, Hulu Semuong, Cukuhbalak dan Pulau Panggung. Kota Bandar Lampung di Teluk Betung Barat, Teluk Betung Selatan, Teluk Betung Utara, Panjang, Kemiling dan Raja Basa. Banten di di Cikoneng, Bojong, Salatuhur dan Tegal dalam Kecamatan Anyer, Serang.
2.     Bahasa Lampung Logat Krui dipertuturkan oleh Etnis Lampung di Pesisir Barat Lampung Barat yaitu Kecamatan Pesisir Tengah, Pesisir Utara, Pesisir Selatan, Karya Penggawa, Lemong, Bengkunat dan Ngaras.
3.     Bahasa Lampung Logat Melinting dipertuturkan Masyarakat Etnis Lampung yang bertempat tinggal di Kabupaten Lampung Timur di Kecamatan Labuhan Maringgai, Kecamatan Jabung, Kecamatan Pugung dan Kecamatan Way Jepara.
4.     Bahasa Lampung Logat Way Kanan dipertuturkan Masyarakat Etnis Lampung yang bertempat tinggal di Kabupaten Way Kanan yakni di Kecamatan Blambangan Umpu, Baradatu, Bahuga dan Pakuan Ratu.
5.     Bahasa Lampung Logat Pubian dipertuturkan oleh Etnis Lampung yang berdomosili di Kabupaten Lampung Selatan yaitu di Natar, Gedung Tataan dan Tegineneng. Lampung Tengah di Kecamatan Pubian dan Kecamatan Padangratu. Kota Bandar Lampung Kecamatan Kedaton, Sukarame dan Tanjung Karang Barat.
6.     Bahasa Lampung Logat Sungkay dipertuturkan Etnis Lampung yang Berdomisili di Kabupaten Lampung Utara meliputi Kecamatan Sungkay Selatan, Sungkai Utara dan Sungkay Jaya.
7.     Bahasa Lampung Logat Jelema Daya atau Logat Komring dipertuturkan oleh Masyarakat Etnis Lampung yang berada di Muara Dua, Martapura, Komring, Tanjung Raja dan Kayuagung di Provinsi Sumatera Selatan.
B. Dialek Abung (Dialek Nyow), terbagi menjadi:
1.     Bahasa Lampung Logat Abung Dipertuturkan Etnis Lampung yang yang berdomisili di Kabupaten Lampung Utara meliputi Kecamatan Kotabumi, Abung Barat, Abung Timur dan Abung Selatan. Lampung Tengah di Kecamatan Gunung Sugih, Punggur, Terbanggi Besar, Seputih Raman, Seputih Banyak, Seputih Mataram dan Rumbia. Lampung Timur di Kecamatan Sukadana, Metro Kibang, Batanghari, Sekampung dan Way Jepara. Kota Metro di Kecamatan Metro Raya dan Bantul. Kota Bandar Lampung di Gedongmeneng dan Labuhan Ratu.
2.     Bahasa Lampung Logat Menggala Dipertuturkan Masyarakat Etnis Lampung yang bertempat tinggal di Kabupaten Tulang Bawang meliputi Kecamatan Menggala, Tulang Bawang Udik, Tulang Bawang Tengah, Gunung Terang dan Gedung Aji.


1 komentar more...

Total Tayangan Halaman

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

slide

My Visitors

free counters

Looking for something?

Use the form below to search the site:

Still not finding what you're looking for? Drop a comment on a post or contact us so we can take care of it!